“From Local Impact to Global Solidarity: The Future of Zakat and Philanthropy in Strengthening Socio-Economic Resilience”
Mengapa penyelenggaraan kesepuluh beralih dari capaian zakat di dalam negeri menuju capaian yang dibangun bersama.
Perkembangan pengelolaan zakat dan filantropi selama dua dekade terakhir menunjukkan kemajuan signifikan di tingkat lokal. Banyak negara, termasuk Indonesia, berhasil membangun sistem penghimpunan dan penyaluran zakat yang lebih terstruktur, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial berbasis zakat telah menghasilkan capaian nyata dalam meningkatkan pendapatan mustahik dan memperkuat ketahanan sosial di tingkat komunitas.
Namun, dampak tersebut masih didominasi pendekatan lokal dan nasional, sementara tantangan yang dihadapi umat manusia semakin bersifat global. Kemiskinan transnasional, krisis kemanusiaan, konflik, bencana, dan dampak perubahan iklim tidak dapat diselesaikan sendiri oleh masing-masing negara. Dalam konteks ini, zakat dan filantropi memiliki potensi besar sebagai instrumen solidaritas global yang mampu menjembatani kesenjangan dan merespons persoalan kemanusiaan secara kolektif.
Tema “From Local Impact to Global Solidarity: The Future of Zakat and Philanthropy in Strengthening Socio-Economic Resilience” dipilih untuk menegaskan perlunya transformasi peran zakat dan filantropi dari instrumen berdampak lokal menjadi kekuatan kolaboratif berskala global. Transformasi ini menuntut integrasi inovasi pengelolaan, tata kelola yang kuat, dan penyelarasan nilai kemanusiaan antarnegara. Tanpa kerangka solidaritas global, dampak zakat dan filantropi akan tetap terfragmentasi dan belum optimal dalam menjawab tantangan bersama.
Tema ini juga mencerminkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga zakat, organisasi filantropi, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta di tingkat internasional. Melalui kerja sama yang terstruktur, zakat dan filantropi dapat berkontribusi pada pembangunan manusia, pengurangan ketimpangan, dan terciptanya kesejahteraan bersama yang lebih berkelanjutan. Pada akhirnya, masa depan zakat dan filantropi tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan lokal, tetapi oleh kapasitasnya membangun solidaritas global yang berakar pada nilai keadilan dan kemanusiaan.
Dirumuskan untuk menjawab kebutuhan penguatan peran zakat dan filantropi dalam konteks global yang semakin kompleks dan saling terhubung.

Para pembicara berikut telah diundang dan saat ini masih menunggu konfirmasi.
Batas waktu pengiriman full paper
Pemberitahuan penerimaan full paper
Technical meeting presentasi paper
Presentasi paper
Konferensi ICONZ ke-10
IPB University
Ministry of Religious Affairs
The National Board of Zakat
Ministry of National Development Planning of the Republic of Indonesia
Central Bureau of Statistics
National Sharia Economy and Finance Committee (KNEKS)
Indiana University, US
Sakarya University, Turkiye
Commission on Asian Philanthropy (CAP), Hongkong
Sultan Sharif Ali Islamic University, Brunei
Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia
Albukhary International University (AIU), Malaysia
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)
Indonesian Association of Islamic Economists (IAEI)